Workshop Desain Inklusi ITB-UKP-UBCHEA-BILIC

Hari Sabtu, 26 Maret 2016 bertempat di Galeri Arsitektur ITB, diadakan workshop singkat tentang Desain Rumah dan Unit Apartemen yang ramah terhadap difabel atau dengan istilah lain yakni Desain Inklusi. Acara ini kerjasama antara Prodi Arsitektur ITB, Universitas Kristen Petra, Bandung Independent Living Center (BILIC) dan UBCHEA. Dalam kesempatan ini Gunawan T, ST., M.Sc, selaku pembicara utama dan dosen UK-Petra memaparkan prinsip- prinsip desain inklusif dan diskusi langsung dengan para user yang tergabung dalam beberapa komunitas dan asosiasi. Acara ini diikuti oleh sekitar 70 orang yang terdiri dari mahasiswa ITB, UPI, kalangan praktisi dan komunitas serta staf pengajar dari beberapa perguruan tinggi.

Beberapa konsep baru desain inklusi adalah:

  1. User Centered
  2. Equitable but Reasonable Use
  3. Simple and Intuitive Use
  4. Low Physical Effort
  5. Prohibition of Usage Error

Workshop ini sangat penting untuk menambah pengetahuan dan wawasan khususnya bagi mahasiswa arsitektur terkait aspek-aspek prinsipil dalam konsep barrier-free design. Lebih lanjut tentang prinsip dan panduan perancangan untuk difabel dan konsep Barrier-free Design  dapat dilihat pada tautan ini.

[huge_it_gallery id=”46″]

Rethinking the Kaki Lima – the Sydney Morning Herarld

Kegiatan Joint Traveling Workshop antara Program Studi Arsitektur dan Faculty of Architecture, Design and Planning, the University of Sydney yang berlangsung dari 14-30 Januari 2016 mendapat perhatian dari salah satu media massa Australia, the Sydney Morning Herald. Liputan tentang kegiatan tersebut ada di edisi Minggu, 21 Februari 2016.

Dalam liputan tersebut dijelaskan bahwa kegiatan exchange program ini ditujukan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam memahami konteks dan isu sosial dalam proses desain dan sekaligus memberikan pengalaman sebenarnya dalam merealisasikan desain.

The Sydney Morning Herald.

 

1

Proses pemodelan dilakukan di Sydney University.
Sumber: the Sydney University

2

Salah satu kelompok mahasiswa. Ki-Ka: Fauzan Alfi, Stephanie Cheung, Arum Larasati dan Mattheyw Hunter
Sumber: Michael Neilson, SMH.

Pameran dan Workshop Dengan Melbourne School of Design

Pada tanggal 3-10 Februari 2016 lalu 10 mahasiswa SAPPK ITB yang terdiri dari 9 mahasiswa Program Studi Rancang Kota dan 1 mahasiswa Program Studi  Arsitektur Lanskap bersama Dekan SAPPK berada di Melbourne School of Design (MSD) University of Melbourne. Kunjungan tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan Joint Studio SAPPK-MSD ITB yang dilaksanakan di Bandung tanggal 12-23 November 2015 lalu (http://sappk.itb.ac.id/?p=10151). Pada kunjungan tersebut mahasiswa SAPPK dan MSD melakukan presentasi akhir gabungan, dan dikiritisi oleh sejumlah dosen MSD, misalnya:  Prof. Alan Pert (Direktur MSD), Prof. Gini Lee (Landscape Architect), Dr. Gideon Aschwande, Prof. Kim Dovey (penulis buku The Fluid City), Prof. Donald Bates (Architect Federation Square Melbourne).

Kegiatan dilanjutkan dengan persiapan pameran hasil studio yang dibuka oleh Prof. Alan Pert pada tanggal 8 Februari 2016 bertempat di Atrium lt. Gedung MSD, bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk kerjasama antara Prof. Widjaja Martokusumo, Dekan Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijkaan ITB dan Prof. Daryl Le Grew, Dekan Faculty Architecture, Building and Planning, University of Melbourne. (https://msd.unimelb.edu.au/events/msd-sappk-itb-travelling-studios-2015-2016-exhibition). Terkait dengan kegiatan pameran mahasiswa ITB sempat mengikuti kuliah yang diberikan oleh Prof. Donald Bates dan Prof. Kim Dovey. Selain itu dalam waktu dekat sedang dipersiapkan publikasi bersama antara MSD dan SAPPK yang akan memuat substansi kegiatan Joint Studio.
 [huge_it_gallery id=”40″]