Computational Making: Traditional and Hybrid in Architecture

Program Studi Arsitektur ITB bekerjasama dengan Faculty of Architecture, Design and Planning, University of Sydney akan mengadakan intensive joint workshop dengan topik: Computational Making: Traditional and Hybrid in Architecture tangal 18-29 Januari 2016. Kegiatan ini akan dilakukan di dua tempat yakni: University of Sydney dan Institut Teknologi Bandung.

Kegiatan ini akan diikuti oleh maksimal delapan mahasiswa dari Arsitektur ITB dengan dana sebagian disponsori oleh pihak Australia.

Kami mengundang mahasiswa S1 (minimal tingkat 3) dan mahasiswa S2 yang berminat untuk mengirimkan berkas-berkas sebagai berikut:

1. Portofolio yang berisi bukti kemampuan komputasional (Parametric Modeling, BIM) dan atau kemampuan desain dan seni.
2. Pernyataan motivasi mengikuti kegiatan.
3. Hasil tes TOEFL 6 bulan terakhir (institusional).
4. Kesanggupan mengikuti seluruh kegiatan selama 14 hari secara penuh baik di Sydney dan di Bandung.
5. Kesanggupan membiayai subsidi kegiatan workshop maksimal Rp. 4 Juta (sudah termasuk transportasi Jakarta-Sydney PP, akomodasi 6 malam di Sydney, dan asuransi perjalanan).

Semua berkas dalam satu buah file format PDF harap di-submit ke Schoology
dengan Access Code: 88XKD-SM74F (Computational Making) paling lambat Jumat 30 Oktober 2015, jam 17.00.

 

Reference Management

Reference Management | Mini Course
Pembicara Dasapta Erwin Irawan, Dr.
Moderator Dewi Larasati, Ph.D

Jumat, 23 Oktober 2015 | 13.00-14.30
Ruang Kuliah 6102 Gedung Arsitektur ITB.

Kuliah tamu mata kuliah AR4151 Seminar Arsitektur. Mahasiswa AR4151 wajib hadir. Mahasiswa S2 Arsitektur/Rancang Kota dan S3 Arsitektur diminta hadir.

Learning by Designing

Sebuah Diskusi Kolaboratif antar Generasi

Di balik sebuah karya arsitektur, tersimpan banyak pelajaran. Ada proses pencarian dan perjuangan nilai-nilai. Ada banyak pengetahuan, ideologi, dan cerita dalam suatu karya arsitektural. Indonesia telah melahirkan arsitek dari berbagai generasi, yang masing-masing mempunyai warna-warnanya tersendiri. Pemikiran para arsitek dalam berkarya menunjukkan respon terhadap apa yang terjadi pada zamannya. Mungkinkah kita membaca masa depan Indonesia lewat karya-karya arsitektur?

Learning by Designing
Sabtu, 24 Oktober 2015, 8.00-12.00
Gedung Indonesia Menggugat (GIM)
Jalan Perintis Kemerdekaan 5 Bandung

Narasumber:
Adrian Immanuel (3rd Winner Sinar Mas Land Young Architect 2014/ Mahasiswa Program Magister Arsitektur ITB): “Desain Tempat Tinggal demi Lingkungan Kota yang Lebih Baik”
Peter Y. Gandakusuma/Murni Khuarizmi (Penulis Buku 7 Arsitek Indonesia): “Memperjuangkan Gagasan Lewat Desain”
Indah Widiastuti (Staf Pengajar Program Studi Arsitektur ITB): “Ideologi di Balik Rancangan Arsitektural”
Yuswadi Saliya (Dewan Kehormatan IAI Jawa Barat): “Etika dalam Perjuangan Profesi Arsitektur”

Panelis: Martin L. Katoppo (Mahasiswa Program Doktor Arsitektur ITB/ Penggiat Design As Generator), Stanley Wangsa (Arsitek/ Dosen Arsitektur UPH), Ariko Andikabina (Arsitek/ Wakil Ketua IAI Jakarta), Ign. Adiwibowo (Arsitek AWD Studio dan LabTanya), Effan Adhiwira (Arsitek Eff Studio), Rizal Syarifuddin (Sekertaris Jenderal IAI Nasional), Agus S. Ekomadyo (Wakil Ketua IAI Jawa Barat)