Pameran Akhir Semester I 2015-2016

Pameran akhir semester I 2015-2016 dilaksanakan mulai tanggal 18-29 Januari 2016 di Galeri Arsitektur ITB.

Pameran ini menampilkan beberapa karya terbaik mahasiswa pada semester I 2015-2016 yakni pada mata kuliah:

  1. Studio Perancangan Arsitektur I, III, V
  2. Studio Desain I (S2)
  3. Studio Perancangan Tapak
  4. Studio Konstruksi dan Bahan I
  5. Studio Konstruksi dan Bahan II
  6. Pendekatan Algoritmik dalam Desain
  7. Arsitektur Digital
  8. Pengantar Arsitektur Kota.

Pameran ini direncanakan merupakan awal dari pameran reguler yang dilaksanakan setiap akhir semester. Tujuannya adalah untuk menampilkan kinerja dan capaian mahasiswa serta proses pembelajaran, dan mendapatkan umpan balik dari khalayak untuk evaluasi pelaksanaan di tahun berikutnya.

Pameran ini merupakan kerjasama antara Program Studi Arsitektur, Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma, dan Ikatan Mahasiswa dan Alumni Magister Arsitektur.

 

Joint Workshop & Traveling Studio Arsitektur ITB dan Faculty of Architecture, Design and Planning, the University of Sydney

Program Joint Workshop & Traveling Studio antara Program Studi Arsitektur ITB dan Faculty of Architecture, Design and Planning, the University of Sydney dilaksanakan mulai 14 Januari-22 Januari di University of Sydney dan dilanjutkan tanggal 24-30 Januari 2016 di Institut Teknologi Bandung. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Australia- Indonesia Institute of the Department of Foreign Affairs and Trade, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung, Faculty of Architecture, Design and Planning, the University of Sydney dan Consulate General of the Republic of Indonesia di Sydney.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Aswin Indraprastha, PhD dan Dr.-Ing Andry Widyowijatnoko dari Prodi AR-ITB dan Dr. Rizal Muslimin dari FADP, the University of Sydney dengan melibatkan delapan mahasiswa dari ITB, lima diantaranya adalah mahasiswa program S1 dan tiga adalah dari program S2. Dari FADP, the University of Sydney mahasiswa yang terlibat sejumlah enam orang dimana tiga diantaranya adalah mahasiswa undergraduate dan tiga lainnya adalah mahasiswa graduate.

Topik yang diangkat dalam workshop ini adalah Computational Making: Nomadic Structure, yakni merancang shelter untuk pedang kaki lima dengan pendekatan komputasional menggunakan material lokal. Selama enam hari di Sydney, mahasiswa ITB mempelajari teknik dan metode komputasional dengan peralatan otomasi dan mesin untuk membuat model berskala dari desain dipilih. Selanjutnya, selama enam hari di Bandung, gabungan mahasiswa dari ITB dan University of Sydney bersama-sama membuat prototipe dalam skala 1:1 menggunakan material dan metode konstruksi berbasis lokal.

Banyak pengalaman positif yang dihasilkan dari kegiatan ini diantaranya adalah kedua kelompok mahasiswa sama-sama mengambil manfaat dari perjalanan singkat mereka. Mahasiswa ITB belajar mengalami dan bereksperimen dengan berbagai peralatan mutakhir, mencoba teknik dan metode baru dalam merancang. Di lain pihak, mahasiswa dari University of Sydney belajar konteks ketukangan lokal, material lokal dan isu-isu riil tentang street vendors di Indonesia.  Lebih dari itu, yang terpenting adalah interaksi sosial yang lintas budaya dalam suatu program akademik yang bermanfaat bagi kedua belah pihak, baik bagi mahasiswa, dan institusi.

Hasil dari program ini adalah tiga buah model prototipe tempat naungan untuk PKL yang diletakkan di beberapa titik di jalan Ganesha, Bandung.

[huge_it_gallery id=”36″]

Twin Tower Office | Ardian Hario W.

Twin Tower Office | Ardian Hario W.

 

Issue

Kawasan kemayoran merupakan area rencana super block dengan fungsi komersil, hunian, dan perkantoran. kawasan ini dibagi menjadi 3 site, dimana pusatnya berada pada site Menara Jakarta. desain yang diharapkan tidak melebihi atau menyaingi Menara Jakarta, justru harus mendukung keberadaan bangunan yang akan menjadi vocal point kawasan tersebut. Area yang dibangun merupakan fungsi office dan komersil yang terletak di ujung site C-9, dengan luasan site 10 hektar. blok C9 sendiri memiliki konsep kawasan Urban Vertical Forest. dengan tujuan blok C9 sebagai latar dari bangunan utama yakni menara jakarta yang akan dibangun lebih dulu pada kawasan kemayoran. konsep kawasan ini menjadi guidelines pada tiap bangunan yang akan dirancang pada blok C9. dimana pada bangunan harus menempatkan area-area hijau baik pada selubung bangunannya maupun pada atapnya.

Respon Terhadap Kawasan

Dengan posisi site yang berada di ujung blok C9, dimana posisi ini bisa menjadi awalan/ akhiran pada skyline kota. maka respon yang dilakukan ialah membuat massing bangunan menjadi bertingkat. dalam hal ini, bangunan yang diutamakan ialah menara jakarta (sebagai pemilik hirarki tertinggi). sehingga massa bangunan dari ujung akan berundak sampai ke menara jakarta. melalui apartment di samping site yang direncanakan memiliki tinggi lebih dari bangunan office. sebagai satu kawasan kemayoran, maka desain facade bangunan office direncanakan tidak akan jauh berbeda dari menara jakarta, yaitu menggunakan curtain wall sebagai selubung bangunan. tentunya dengan tetap tanggap iklim dan merespon posisi bangunan terhadap arah matahari. Berdasarkan hasil analisis menggunakan software Ecotect, bidang yang paling terpapar matahari ialah sisi barat laut. sisi ini terpapar matahari barat paling banyak sehingga untuk mengurangi dampak panas matahari terhadap bangunan, pada bidang sisi barat laut diberikan treatmen khusus dengan menambahkan sistem sirip yang merespon secara otomatis terhadap panas matahari, sehingga suhu ruangan didalam tetap terjaga, dengan menggunakan double skin facade ini, diharapkan dapat mengurangi beban energi AC.

PLAN

Konsep Struktur Bangunan

Sistem pembalokan menggunakan sistem WAFEL tanpa ceiling, sehingga pola grid wafel dimanfaatkan juga sebagai elemen langit-langit dengan ekspose beton. Pelubangan diberikan pada plat diutamakan untuk pemipaan ringan/kecil seperti smoke detectore, sprinkler, dan kabel listrik, sedangkan untuk pemipaan besar seperti ducting diletakkan di bawah lantai (RISE FLOOR). Lubang-lubang pada wafel dimanfaatkan sebagai penempatan lampu dengan menggunakan lampu LED yang dapat menghemat penggunaan energi listrik pada bangunan. keunggulan penggunaan sistem ini ialah selain plat yang lebih rigid/ tidak bergetar, efisiensi dimensi balok dapat dikurangi sehingga floor to floor dapat lebih rendah. agar waffel dapat bekerja dengan baik, maka modul yang digunakan ialah 90×90 cm.

konsep

Konsep Bangunan Hijau

Pada banguan memiliki beberapa fitur-fitur dalam mengurangi bebean efisiensi energi seperti; solar panel yang diletakan pada rooftop dimanfatkan untuk efisiensi energi pada penerangan. Penggunaan lampu LED diharapkan dapat menghemat energi pada bangunan dimana 1 lampu LED dapat hidup selama 50.000 jam (5.7 tahun) dengan hanya menghabiskan energi sebesar 300 kWh. Rain Water Harvest dengan mempertimbangkan iklim Indonesia yang tropis dimana curah hujan sering terjadi, maka dengan memberikan area penampungan air hujan pada basement dapat membantu menghemat penggunaan air dari PDAM. Double skin facade,  diberikan pada sisi yang terkena paparan radiasi matahari paling banyak.  kulit luar ini dirancang untuk bergerak otomatis melalui respon datangnnya sinar matahari. sehingga panas matahari tidak masuk kedalam bangunan dengan harapan penggunaan energi pada AC dapat berkurang. Dan yang terakhir ialah bycycle area, ada bangunan diberikan fasilitas parkir sepeda dengan tempat shower yang diletakkan dibelakang bangunan. dengan memfasilitasi pengguna sepeda ini, diharapkan pekerja dapat mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih menggunakan sepeda yang lebih sehat baik untuk tubuh juga dengan alam.

Sistem utilitas