Kuliah Tamu: Tan Tik Lam

Tan Tik Lam atau Mas Lemmy- biasa beliau dipanggil  , salah satu arsitek yang dikenal luas atas karya-karya bangunan rumah tinggal, memberikan kuliah tamu di Galeri Arsitektur ITB, Jumat, 5 Februari 2016. Kuliah tamu bertajuk:” Pengalaman Dalam Perancangan Rumah Tinggal” memaparkan beberapa contoh karya, filosofi dan pendekatan perancangan hingga hal- hal penting yang harus dimiliki oleh arsitek dalam merancang bangunan. Acara ini diikuti oleh sekitar 100 orang peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa arsitektur, alumni, dan dosen-dosen. Dalam paparannya, Lemmy  memberikan beberapa tips bagi para mahasiswa atau lulusan arsitektur terkait pendekatan merancang bangunan privat:

  1. Arsitek adalah profesi yang sejalan dengan ‘mileage‘ atau ‘jam terbang’. Semakin banyak jam terbang, semakin dalam arsitek memiliki kepekaan baik atas persoalan desain yang dihadapi, mapupun kepekaan terhadap pihak-pihak yang berhubungan seperti klien, kontraktor, supplier dan sebagainya.
  2. Arsitek harus melatih rasa dan empati terhadap lingkungan. Melatih rasa dan empati ini sangat penting untuk menumbuhkan karakter, – bukan tampilan- bangunan. Rasa dan empati ini dilatih melalui proses internalisasi dari memahami karya-karya arsitek lain, mengunjungi tempat-tempat baru dan mengamati cara hidup masyarakat setempat serta dari membaca dan memahami buku-buku referensi arsitektur.
  3. Arsitek harus memahami apa yang melatarbelakangi suatu karya, alih-alih menilai atau mencontoh sosok fisik karya tersebut.

Arsitektur tropis, lanjut Lemmy, adalah arsitektur yang adaptif dan tanggap dengan cara hidup masyarakat tropis. Salah satu karakter arsitektur tropis adalah bangunan yang tipis, yang memungkinkan pertukaran udara segar, memiliki pencahayaan alami yang baik, memiliki ruang-ruang yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti beranda dan innercourt . Arsitektur tropis adalah salah satu karakter arsitektur nusantara yang tidak selalu diwujudkan melalui arsitektur tradisional  atau pendekatan konservasi, melainkan bisa diwujudkan dengan tetap menjaga cita rasa nusantara namun dengan gaya atau style modern.

Materi presentasi dapat diunduh di sini.

Link video di Youtube.

[huge_it_gallery id=”38″]