Pameran dan Workshop Dengan Melbourne School of Design

Pada tanggal 3-10 Februari 2016 lalu 10 mahasiswa SAPPK ITB yang terdiri dari 9 mahasiswa Program Studi Rancang Kota dan 1 mahasiswa Program Studi  Arsitektur Lanskap bersama Dekan SAPPK berada di Melbourne School of Design (MSD) University of Melbourne. Kunjungan tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan Joint Studio SAPPK-MSD ITB yang dilaksanakan di Bandung tanggal 12-23 November 2015 lalu (http://sappk.itb.ac.id/?p=10151). Pada kunjungan tersebut mahasiswa SAPPK dan MSD melakukan presentasi akhir gabungan, dan dikiritisi oleh sejumlah dosen MSD, misalnya:  Prof. Alan Pert (Direktur MSD), Prof. Gini Lee (Landscape Architect), Dr. Gideon Aschwande, Prof. Kim Dovey (penulis buku The Fluid City), Prof. Donald Bates (Architect Federation Square Melbourne).

Kegiatan dilanjutkan dengan persiapan pameran hasil studio yang dibuka oleh Prof. Alan Pert pada tanggal 8 Februari 2016 bertempat di Atrium lt. Gedung MSD, bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk kerjasama antara Prof. Widjaja Martokusumo, Dekan Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijkaan ITB dan Prof. Daryl Le Grew, Dekan Faculty Architecture, Building and Planning, University of Melbourne. (https://msd.unimelb.edu.au/events/msd-sappk-itb-travelling-studios-2015-2016-exhibition). Terkait dengan kegiatan pameran mahasiswa ITB sempat mengikuti kuliah yang diberikan oleh Prof. Donald Bates dan Prof. Kim Dovey. Selain itu dalam waktu dekat sedang dipersiapkan publikasi bersama antara MSD dan SAPPK yang akan memuat substansi kegiatan Joint Studio.
 [huge_it_gallery id=”40″]

Kuliah Tamu: Akmalia Zain

Kuliah tamu dari Akmalia Zain, ST, MT dilaksanakan pada Jumat, 12 Februari 2016. Beliau berpengalaman lebih dari 10 tahun sebagai senior architect pada konsultan desain internasional yang menangani proyek- proyek transportasi. Saat ini posisi beliau adalah sebagai tenaga ahli pada Department of Transportation, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Dalam kesempatan kuliah tamu ini, Ibu Akmalia memaparkan pengalaman beliau yang terlibat dalam proyek-proyek transportasi yang melibatkan berbagai pihak mulai dari desainer, arsitek, perencana, engineer, facility programmer, vendor, fabricator dan sebagainya, untuk beberapa proyek berskala besar seperti Dubai Metro, Jumeirah Metro dan sebagainya.

Peran dan posisi sebagai lulusan sekolah arsitektur membuat beliau harus beradaptasi dengan seluruh sistem dalam suatu proyek infrastuktur berskala besar mulai dari kebijakan dalam skala nasional bahkan regional, studi kelayakan, perencanaan proyek dan desain hingga manajemen aset.

Ranah yang merupakan potensi untuk para lulusan sekolah arsitektur berkiprah dalam proyek- proyek sejenis diantaranya: consultancy and technical services, project planning, design, project management, procurement and site supervision hingga asset management.

Hingga kini kebutuhan untuk sumber daya manusia di Timur Tengah masih tinggi khususnya pada bidang- bidang: engineering, project management, contract management, system and operational management.

Bahan presentasi dapat diunduh di sini.

Link video di sini

[huge_it_gallery id=”39″]