Jeda dari Hiruk-Pikuk Perbelanjaan

15213023 | Gabriela

 

Apa yang dicari orang ketika berkunjung ke Bandung? Makanannya, udaranya, juga FO-FO. Berkendara melewati jalan Setiabudhi, jalan populer menuju Lembang yang dingin, dan kamu akan menemukan satu tempat yang memacetkan jalan didepannya, yakni Rumah Mode. Saya tidak akan membahas mengenai Rumah Mode dan koleksi pakaiannya, namun saya akan membahas salah satu ruang di FO terkenal ini yang tidak menjual pakaian. Mungkin menjengkelkan karena keberadaan FO ini membuat jalanan macet, namun cobalah masuk dan nikmati ruang indah didalamnya.

dari tempat makan
Tempat makan berbatasan dengan ruang terbuka/innercourt

Ruang indah yang saya utarakan dalam paragraf sebelumnya bukan ruang yang memperlihatkan makanan enak untuk dimakan, pakaian nyaman untuk dikenakan, ataupun home funishing untuk dikoleksi. Tapi ruang yang memberikan jeda bagi hiruk-pikuk jalanan dan hiruk-pikuk berbelanja. Kita dapat duduk, merilekskan mata dan mengisi paru-paru dengan udara bebas. Unsur alam akan selalu memberikan kelegaan dan menyegarkan. Demikian terjadi pada ruang ini, ruang terbuka yang kemudian akan saya sebut sebagai innercourt, terletak di antara massa-massa bangunan dan diantara orang-orang yang sedang menunggu ataupun makan. Innercourt ini bukan taman dengan tanah berumput, jalan setapak, semak, dan bunga indah. Tapi sebuah ruang terbuka ke langit, berlantaikan batu alam, dan berbagai tanaman menggantung menjadi pembatas visual ruang tersebut. Tanaman lainnya, tidak menggantung namun tumbuh dr lantai tanah juga menjadi pembatas ruang ini. Unsur alam lainya, yakni unsur air yang menuruni dinding batu alam pada salah satu sisi ruang ini.

tempat makan_edited-1

Bagaikan nafas lega sebuah ruang, ketika didapati ruang terbuka ditengah hiruk-pikuk perluasan lahan, pembangunan dan renovasi massa-massa bangunan, perkerasan jalan, kemacetan mobil, dan kepadatan hasrat berbelanja. Itulah yang pertama kali saya rasakan, ketika mendapati innercourt ini. Terletak di tengah lahan perbelanjaan dengan orang yang sibuk memilih, menunggu, membeli, dan mencari parkr, didapati ruang terbuka, dengan sinar matahari dan udara bebas menyambut. Ditambah dengan unsur air, tanaman hijau, serta sculpture mengolah lanskap kecil ini, membuatnya sangat menarik dan melegakan. Bangku-bangku disekitar innercourt mempersilakan kita untuk duduk dan beristirahat, menikmati pengolahan lanskap indah ini. Walaupun lantainya bukan Tanah, melainkan batu-batu alam, namun pengolahan unsur-unsur alam sangat terasa dan indah.

pattern lantai
Lantai batu alam dengann dekorasi keramik berbentuk bunga warna-warni

Pengolahan ruang kecil ini sangatlah kuat. Mengapa? Ukurannya hanyalah seperdelapan (bahkan sepersepuluh) dari ruang makan yang mengelilinginya. Namun orang yang melewatinya akan memperhatikan ruang ini. Orang yang datang melalui ruang makan pun akan tertarik terhadap ruang ini. dan orang yang melewatinya tergoda untuk berfoto dalam ruang ini. selain itu, keunikannya adalah ruang ini terasa asri, dan terasa seperti sebuah taman, padahal lantainya merupakan batu alam-bukan Tanah dengan jalan setapak. Suasana ruang makan yang sebenarnya padat dan sumpek, menjadi lebih lega ketika dihubungkan dengan ruang ini.

utama_edited-1

 

 

Pantai Matahari Terbit

Eko Bagus Prasetyo | 15214051

Untitled-1
Seperti Lukisan: Pulang Berlayar

Pantai Sanur menjadi salah satu pantai favorit saya saat berlibur ke Bali. Jika bertolak langsung dari Bandara Ngurah Rai menggunakan mobil, waktu tempuh yang diperlukan untuk sampai ke pantai ini sekitar setengah jam perjalanan—diperkirakan jika lalu lintas cukup lancar. Terletak di bagian timur Kota Denpasar, Pantai Sanur memang sangat cocok dijadikan tempat untuk menikmati panorama matahari terbit di kala fajar. Tak heran, pantai yang masih asri ini diberi julukan Sunrise Beach, Pantai Matahari Terbit.  Ketika datang ke Pantai Sanur para wisatawan dapat menyaksikan keindahan saat-saat magic hour pada gazebo-gazebo kecil yang dibangun di tepi pantai.

Pantai Sanur memiliki ombak yang cukup tenang. Pantainya berpasir putih halus; terdapat juga batu-batu karang dan pohon-pohon peneduh yang tumbuh merindang menghiasi bibir pantai. Ketika menelusur pesisir pantai pernak-pernik laut yang kebetulan terbawa arus ombak bisa dijumpai di sini. Pemandangan beberapa perahu bercadik yang pulang berlayar pun dapat diamati saat hari mulai beranjak siang. Oleh karenanya, saya kira suasana khas pantai di Pantai Sanur masih terasa lengkap.

Keeksotisan Panorama, Romansa

Akan lebih bagus (rasanya) datang ke Pantai Sanur pada waktu pagi, menjelang matahari terbit. Namun, bukan berarti tidak ada hal menarik lainnya yang bisa disaksikan jika gagal berangkat pagi-pagi ke sini. Jika memang hari bercuaca bagus, Pantai Sanur menyuguhkan hamparan air laut berwarna hijau-kebiruan, terlihat berkilau oleh pantulan sinar matahari saking jernihnya. Karena air lautnya cukup dangkal dan ombak yang landai, pengunjung dapat berenang bebas atau berjalan saja beberapa meter ke tengah laut. Selain keindahan warna lautnya, pasir putih yang membentang di sepanjang pantai berpadu batu-batu karang yang menyembul di beberapa tempat sebagai aksen juga menambah keeksotisan Pantai Sanur. Keindahan alam ini pun dijamah dengan cukup baik oleh gaya arsitektural bangunan-bangunan penginapan di pinggir pantai yang diberikan sentuhan corak budaya Bali.

Untitled-2
Pemandangan ke Arah Utara
Untitled-6
Lepas Pantai

Kenyamanan: Fasilitas dan Kegiatan Berlibur

Pernah beberapa kali berkunjung ke Pantai Sanur tidak membuat saya benar-benar bosan untuk berlibur lagi ke sana. Di samping keindahan bentang alam pantai, saya pikir suasana yang tidak terlalu ramai di Pantai Sanur bisa menjadi pilihan destinasi berlibur dengan prioritas ketenangan. Jika ingin bermalam untuk beberapa hari, pengunjung dapat menyewa tempat penginapan dengan fasilitas penunjang lainnya: restauran, cafe yang banyak tersedia di sekitar pantai. Pengunjung pun dapat memilih berbagai jenis kegiatan rekreasi untuk dilakukan saat berlibur di Pantai Sanur. Jogging, snorkling, menaiki perahu, memancing, atau bersepeda mungkin bisa menjadi pilihan untuk bersenang-senang. Namun, jika menginginkan aktivitas yang lebih simple—seperti yang saya biasa lakukan, cukup berjalan-jalan di toko kerajinan atau pusat oleh-oleh juga bisa menjadi aktivitas yang menarik dilakukan setelah bosan memandangi pantai, tah?

Untitled-4
Memancing di Bawah Gazebo
Untitled-3
“Rumput Laut”

Menunggu Dengan Nyaman

view dari arah pintu masukview dari arah pintu masuk

15213097 | Salsabila Putri Utami

Ruang pada foto tersebut berlokasi di EF jalan sunda tepatnya di dalam gedung pos indonesia. Luas keseluruhan dari ruangan tempat Les bahasa inggris ini tergolong lebih kecil dari tempat les pada umumya. Ruangannya terdiri dari front office, beberapa ruang kelas kecil berdinding kaca dan juga ruang tunggu. Sudah beberapa bulan ini saya rajin mengunjungi tempat ini, akan tetapi dari pertama kali saya mengunjungi tempat ini ruangan yang paling menarik perhatian saya adalah ruang tunggu.

Sebenarnya terdapat dua ruang tunggu di dalam EF Jalan Sunda, ruang tunggu setelah entrance yang biasa digunakan orang tua yang menunggu anaknya dan ruang tunggu yang menarik perhatian saya yaitu ruang tunggu di dalam yang biasa digunakan murid-murid yang menunggu jam masuk kelas atau menunggu dijemput orang tuanya. Ruang tunggu ini merupakan ruang transisi dari ruang publik ke ruang privat yaitu transisi dari ruang front office ke lorong menuju kelas-kelas yang ada.

Ruang Tunggu ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian ruang tunggu dengan sofa kotak didekat tv dan bagian ruang tunggu dengan sofa di dekat tembok. Sofa yang terletak didekat tembok terbagi menjadi dua bagian dengan sekat yang terkesan menjadi sebuah bingkai dari ruang sofa tersebut.

bagian ruang dengan sofa dan meja

bagian ruang tunggu dengan sofa dan meja

Pertama kali saya mengunjungi EF Banda ruangan ini sangat menarik perhatian saya karena terkesan unik dan menyenangkan, sangat menggambarkan kesan yang ingin dibawa dalam proses belajar dan mengajar yang ditawarkan EF yaitu belajar dengan cara yang fun. Ruang ini seperti mengajak saya mencoba duduk menikmati suasana di dalamnya.  Ruang ini menggunakan lantai parket kayu dipadukan dengan warna dari tembok menciptakan kesan hangat seperti yang tergambar dari foto.

Kedua bagian dari ruang tunggu ini memiliki kesan yang berbeda. Bagian ruang dengan sofa dan meja terkesan lebih privat dan memiliki batas teritorialitas dari sekat kotak yang membingkainya. Jika duduk dibagian ini percakapan dengan teman akan terasa lebih nyaman karena suara bising dari ruangan lain tidak terlalu terdengar, ruangan ini juga terkesan tersembunyi karena tidak terlihat dari luar dan ruangan ini memiliki batas ruang yang jelas dari sekat yang ada. Sedangkan pada bagian ruang dengan sofa kotak berwarna merah dan biru lebih terkesan terbuka karena bagian ini dapat dipandang dari segala arah dan juga dapat memandang ke arah ruang kelas yang ada. Bagian dengan sofa kotak ini lebih banyak digunakan oleh anak- anak kecil sedangkan bagian sofa dengan meja lebih sering digunakan oleh anak SMA ataupun Mahasiwa.

view dari lorong kelas

view dari lorong kelas

Meskipun ruang tunggu ini tidak diperuntukkan untuk didiami dalam waktu yang lama tapi tidak sedikit orang yang senang berlama-lama di ruang ini untuk mengerjakan tugas karena ambiencenya yang nyaman. Jadi, menunggupun bisa dilakukan dengan nyaman bukan?