Pet Shop yang Menyenangkan

152 14 023 |Angkasa Putra Tatan

Rumah Guguk merupakan sebuah pet shop yang didirikan pada tahun 2012 berluaskan 1000 kaki persegi. Rumah Guguk Pet Shop berlokasi di Jalan Pada Lestari 23, Setiabudi, Bandung. Bagian depan atau Entrance Rumah Guguk Pet Shop dipenuhi oleh barang-barang yang berhubungan dengan anjing, seperti mainan anjing (bola tenis), buku tentang anjing, patung anjing, makanan anjing, dan sebagainya. Rumah Guguk Pet Shop juga memiliki halaman belakang yang cukup luas dan hijau untuk tempat bermain anjing dan pemiliknya yang dapat dilihat dari seluruh sisi ruangan Pet Shop. Di Rumah Guguk Pet Shop, kita dapat melihat anjing-anjing peliharaan yang lucu berada di dalam kandang. Kita dapat memanggil atau mengetuk-ngetuk kaca untuk menarik perhatian mereka. Kita juga dapat melihat anjing-anjing yang sedang diberikan perawatan. Juga, terdapat tempat makan untuk kita yang mungkin merasa lapar ketika sedang menunggu anjing peliharaan kita diberikan perawatan atau untuk yang sekadar ingin mencoba menu makanan di Rumah Guguk Pet Shop.

Halaman Belakang dari Entrance

Sampai sekarang, saya masih sering teringat saat-saat saya berada di Rumah Guguk Pet Shop. Rumah Guguk Pet Shop merupakan tempat yang menyenangkan, membahagiakan, dan membuat saya ingin kembali lagi ke sana bersama teman-teman saya. Rumah Guguk Pet Shop meninggalkan kesan baik bagi diri saya.

Rumah Guguk Pet Shop mewadahi dan memfasilitasi saya sehingga saya dapat melakukan kegiatan-kegiatan, interaksi, dan komunikasi yang menarik serta menyenangkan bersama teman-teman saya. Kegiatan-kegiatan, interaksi, dan komunikasi saya dengan teman-teman saya di Rumah Guguk Pet Shop yang menyenangkan serta membahagiakan waktu itulah yang sampai sekarang masih membuat saya memiliki kesan bahwa Rumah Guguk Pet Shop merupakan tempat yang menyenangkan bagi saya. Rumah Guguk Pet Shop juga memiliki hubungan yang baik antara ruang dalam dan ruang luar sehingga saya merasa nyaman ketika berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman-teman saya di dalam Rumah Guguk Pet Shop.

Hubungan Baik Ruang Dalam dan Halaman Belakang

Oase di Kampus ITB

15213004 | Taufik Tandiono

Taman dengan desain sederhana namun menarik ini terletak di bagian belakang kompleks gedung perkuliahan ITB, tepatnya di samping pintu gerbang utara kampus ITB. Taman ini dikelilingi oleh 2 gedung baru ITB yaitu gedung CAS (Center for Advanced Studies ) dan gedung CRCS (Center For Research and Community Services). Karena letaknya di belakang ITB dan terhalang oleh bangunan gedung baru yang tinggi, maka tidak banyak mahasiswa yang mengetahui adanya taman ini. Taman ini berperan sebagai tempat bagi mahasiswa-mahasiswi untuk berkumpul, mengobrol, ,berdiskusi atau sekedar beristirahat setelah perkuliahan yang melelahkan selama  berjam-jam. Pembangunan taman ini yang jauh dari pusat keramaian kampus menurut saya adalah sangatlah tepat. Mahasiswa-mahasiswi yang ruang kelasnya berada di bagian belakang kompleks gedung perkuliahan ITB menjadi mempunyai sebuah ruang terbuka untuk duduk santai dan saling berinteraksi.

Aspek Image/ Citra

Desain taman ini menurut saya sangatlah menarik dan unik. Konsep utamanya adalah taman ini sengaja dibuat radial terhadap suatu titik. Komposisi jumlah pohon rindang yang ditanam pun sangat pas, sehingga view pada taman tersebut tidak terhalang pohon dan pohon yang berjumlah 2 tersebut dapat menjadi buffer panasnya sinar matahari. Orang yang duduk-duduk bisa merasa adem berada di taman tersebut. Desain yang unik ini dapat dijumpai pada permainan beda ketinggian lantai taman ini, yaitu pada paving taman yang berbentuk tangga-tangga. Lalu, setiap spot pada taman ini didesain berbeda dengan spot lainnya sehingga memberikan suatu pengalaman ruang yang kaya dan tidak membosankan kepada pengguna taman. Tempat duduk di taman ini terbuat dari batu dengan tempelan batu kali. Pemilihan batu sebagai material tempat duduk taman dibandingkan besi untuk kursi taman, bertujuan agar tempat duduk taman ini terkesan lebih melebur dengan alam.

Aspek Kenyamanan

Taman ini menurut saya sangat tenang dan damai karena letaknya yang jauh dari pusat keramaian kampus. Pusat keramaian kampus terletak di Campus Center ITB dimana mahasiswa-mahasiswa biasanya berlalu lalang, duduk berkumpul ,mengobrol dan melakukan kegiatan lainnya. Oleh karena itu taman ini sangat cocok bagi mahasiswa untuk duduk bersantai sesaat dan melepas kejenuhan perkuliahan. Meskipun letak taman ini dekat dengan jalan raya, yaitu Jalan Tamansari. Namun, suara dari kendaraan tidak begitu terdengar dari taman ini karena terdapat pohon-pohon yang berperan sebagai Buffer suara kendaraan yang lewat dan terdapat lapangan rumput yang memisahkan jalan raya dengan taman ini. Suara kicauan burung adalah suara yang paling terdengar ketika berada di taman ini. Selain sebagai buffer suara kendaraan, pohon-pohon rindang ini juga bertindak sebagai buffer terhadap terik sinar sinar matahari pada siang hari, sehingga orang-orang yang berada di taman tersebut merasa nyaman dan adem.

Aspek Privasi

Sebagai ruang publik, taman ini menurut saya memiliki tingkat privasi yang lumayan baik. Hal itu dikarenakan letaknya yang berada di bagian belakang kompleks kampus ITB dan terhalang oleh tingginya gedung-gedung baru ITB. Tidak banyak orang yang berjalan melewati taman ini sehingga cocok bagi mahasiswa yang membutuhkan sebuah tempat berkumpul yang jauh dari keramaian dan menginginkan sedikit privasi. Hampir dapat dikatakan bahwa taman ini bersifat eksklusif untuk mahasiswa-mahasiswi yang gedung perkuliahannya adalah gedung CAS dan CRCS saja. Letak tempat duduk di taman ini didesain tidak berdekatan sehingga memberikan privasi tersendiri bagi orang-orang yang duduk di tempat duduk tersebut.

 

 

Seri Kuliah Tamu – Ary Indra

Sebagai penutup dari rangkaian Seri Kuliah Tamu di Semester II tahun 2015/2016, Ary Indra dari Aboday Architects akan membagi ilmunya mengenai pengalaman profesinya sebagai arsitek, yang akan diadakan pada:

Jumat, 18 Maret 2016

Pk. 09.00-11.00

Tajuk : Manusia

di R. Kelas 6101, Labtek IX-B Lantai Dasar, ITB, Jl Ganesha 10 Bandung

Ary Indra merupakan seorang arsitek yang sudah tidak asing lagi di dunia arsitektur Indonesia. Sepuluh tahun berkiprah di luar negeri dan sembilan tahun di Indonesia membuatnya bisa dibilang sosok yang tak hanya mumpuni, tapi juga menjadi saksi perkembangan arsitektur Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikan arsitekturnya di Universitas Brawijaya, Malang, beliau pernah bekerja di AXIS Architects Planners di Singapura tahun 1998-2006 sebagai Principal Designer, kemudian mendirikan biro konsultan sendiri bernama Aboday Architects di Jakarta.

Selain menjadi arsitek, Ary Indra juga disibukkan dengan beberapa kegiatan lainnya seperti menjadi pembicara, pengajar di sebuah universitas, serta penulis di lifestyle magazine.

Direkomendasikan untuk seluruh mahasiswa Program Studi Arsitektur S-1 maupun S-2, tetapi terbuka juga untuk umum. Tidak dipungut biaya (gratis).

Catatan: Karena keterbatasan tempat, diharapkan untuk datang lebih pagi.