Kaderisasi Wilayah SAPPK 2011

Kaderisasi wilayah SAPPK 2011 merupakan program kerja gabungan bersama dengan Divisi Kaderisasi Himpunan Mahasiswa Planologi Pangkripta Loka, diadakan pada tanggal 27-29 April 2012. Kaderisasi wilayah SAPPK 2011 pada tahun ini dinamakan SKETSA SAPPK 2011, yang merupakan singkatan dari Semangat Kebersamaan Interaksi SAPPK 2011. Kepanitiaan dari SKETSA SAPPK 2011 terdiri atas anggota IMA-G dan HMP dari angkatan 2010 dan diketuai oleh Agratama Arfiano, Gunadharma 2011.


Secara umum, SKETSA SAPPK 2011 bertujuan untuk mengenalkan program studi yang dinaungi oleh SAPPK, yaitu Program Studi Arsitektur dan Program Studi Planologi. Selain itu, SKETSA SAPPK 2011 juga mengenalkan IMA-G dan HMP serta menanamkan beberapa nilai-nilai yang akan membentuk profil tingkat 1 yang diambil dari RUK KM-ITB.  Penekanan yang ditanamkan dalam SKETSA SAPPK 2011 adalah pentingnya kerja sama dalam suatu komunitas dalam mencapai tujuan bersama.

Sesuai dengan koridor dari kegiatan ini, yaitu acara kaderisasi, SKETSA SAPPK 2011 tidak hanya mempersiapkan SAPPK 2011, yang merupakan calon-calon kader dari IMA-Gunadharma dan HMP Pangkripta Loka, namun juga melatih anggota-anggota IMA-G dan HMP yang bertindak sebagai panitia untuk menjadi pengkader yang baik bagi adik-adiknya. Hal ini tidak hanya ditanamkan melalui muatan materi yang ada, tapi juga nilai-nilai kedisiplinan, sopan santun dan semangat untuk bergerak bersama-sama.

Hasil akhir dari SKETSA SAPPK 2011 adalah final project yang dilakukan oleh SAPPK 2011 yang dinamakan Riung Ganesha.  Riung Ganesha merupakan acara yang diadakan di Taman Ganesha. Pada acara ini, SAPPK 2011 mengadakan pawai, lomba menggambar tempat sampah bersama warga sekitar dan melakukan bersih-bersih di Taman Ganesha.

PEMETAAN IMA GUNADHARMA 2012 (jilid 1)

Mungkin masih banyak orang yang belum mengenal mengenai pemetaan. Biasanya langsung tersirat mengenai pembuatan sebuah peta di suatu daerah. Memang hampir mendekati hal tersebut, namun dalam pemetaan kali ini, surveyor memiliki peran lebih yaitu adanya pendekatan kepada warga di wilayah yang sedang dipetakan. Karena dalam pemetaan yang dilakukan oleh IMA Gunadharma memuat data pendidikan, penduduk, sanitasi, bangunan public, jalur sirkulasi, aktivitas ekonomi dan potensi wilayah tersebut.

Pemetaan IMA G 2012 pertama kali dilakukan pada tanggal 21 April 2012. Pemetaan dilakukan di RW 07 Cimaung Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan. Pada kesempatan tersebut dilaksanakan pagi hari mulai pukul 09.30 hingga 13.00. Terdapat peserta pemetaan yaitu Patriot Negeri, Yuqa Nabila, Muhammad Anzhari, Muhammad Ardi dan Cipta Harisma. Seperti yang ditulis di atas bahwa pemetaan ini memerlukan data-data tertentu, maka dari itu sebelum menelusuri  RW 07, terlebih dahulu menghubungi Ketua RW 07 yaitu Pak Wawa. Dari Pak Wawa, mendapatkan data-data yang bersifat kuantitatif seperti jumlah penduduk, data penduduk, data kepemilikan bangunan, dan mayoritas profesi warga. Kemudian para peserta pemetaan menelusuri RW 07 untuk mengambil data seperti bangunan public, sanitasi umum, dan jalur sirkulasi. Saat melakukan pemetaan terdapat banyak hal menarik yang dialami peserta pemetaan.

Contohnya yaitu saat para peserta bingung akan jalur sirkulasi yang ada, kemudian salah seorang dari peserta bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sembari menuntun sepedanya. “Adik, kalau mau ke masjid, lewat jalan mana ya?”, Patriot bertanya. Adik kecil pun sontak menjawab, “Oh, ke sana… Ayo saya antar.” Para peserta pun terkejut melihat si adik kecil itu mengantarkan langsung ke mesjid terdekat. Sesampainya di masjid, peserta pun mengucapkan terima kasih kepada si adik. Sungguh luar biasa baiknya adik kecil itu. Hal lain yang dialami yaitu ketika mendata aktivitas ekonomi yang ada. Di RW 07 terdapat beberapa usaha rumah tangga diantaranya yaitu usaha sale pisang. Ketika peserta bertanya mengenai usaha tersebut, di akhir wawancara peserta mendapatkan sebungkus sale pisang yang sudah siap makan. Para peserta pun senang menerimanya, sembari menikmati sale pisang, peserta pun meneruskan kegiatan pemetaannya.

Di akhir kegiatan, data hasil pemetaan dikumpulkan yang akan direkapitulasi kemudian. Dalam hal penyajian hasil pemetaan, terdapat beberapa preseden yang menarik diantaranya dari solokotakita.org. Kemudian disusun dengan format seperti sebuah poster.  Akhirnya terwujudlah sebuah peta mini RW 07 hasil Pemetaan IMA G 2012.

Pemetaan ini direncanakan dilakukan lebih dari satu kali. Karena masih memerlukan banyak masukan untuk mendapatkan hasil pemetaan yang baik. Pemetaan ini bekerjasama dengan sebuah lembaga yaitu PRAKSIS. Selain itu, hasil pemetaan ini pun akan dianalisis lebih lanjut mengenai ke-mitigasi-an, dengan  meminta bantuan kepada salah satu dosen Arsitektur ITB, Ibu Lily Tambunan, untuk membahas mengenai  bahaya bencana kebakaran di sebuah kampung kota.

Berba-G: Kunjungan ke Rumah Dosen.

Studi preseden dalam arsitektur adalah hal yang wajar dan sangatlah penting untuk dilakukan. Di mana pandangan pribadi seorang desainer diharapkan akan semakin luas dengan membenturkan maupun menyelaraskannya dengan pemikiran-pemikiran dari desainer lain. Banyak cara yang dapat ditempuh dalam studi preseden pada bidang arsitektur. Salah satunya adalah dengan mengamati langsung objek arsitektur terbangun dengan penjelasan dari sang desainer. Metode ini diharapkan dapat memberikan ilmu lebih maksimal jika dibandingkan dengan hanya mempelajarinya dari buku maupun media lain.

Untuk Berba-G kali ini pada hari Sabtu dan Minggu 21-22 April 2012, menyesuaikan dengan tema studio AR2200 yaitu Desain Rumah Tinggal dengan Klien, Proinov IMA-G 2012 merencanakan kunjungan-kunjungan ke rumah dosen-dosen ITB yang dianggap cukup representatif untuk pembelajaran kali ini. Objek yang dipilih yaitu, Rumah Bpk. Hanson E. Kusuma,  Rumah Bpk. A. D. Tardiyana, Rumah Ibu Woerjantari Kartidjo dan Rumah Bpk. Asmudjo. Objek-objek tersebut dipilih karena masing-masingnya memliki ciri khas tersendiri dalam desain maupun kondisinya.

Objek pertama Rumah Bpk. Hanson, dari segi penampilan luar mengedepankan kesederhanaan tampak dengan detail façade minimal dan pengawasan satu arah dari dalam ke luar untuk mengedepankan keamanan. Dari segi interior rumah, banyak detail-detail yang didesain sendiri oleh sang arsitek, seperti lemari tangga, meja kerja, meja makan, dan lain-lain. Langgam yang terasa adalah langgam arsitektur Jepang melihat beliau dan keluarga memiliki hubungan yang cukup erat dengan negara Jepang.

Objek kedua, Rumah Bpk. A.D. Tardiyana atau biasa dipanggil Pak Apep. Rumah pak Apep ini terbilang cukup sering dikunjungi massa Gunadharma karena keunikannya dan keramahannya dalam menyambut tamu-tamu. Didesain khusus untuk beliau yang tinggal sendiri dengan budget yang terbatas, rumah ini mengedepankan desain modular dalam perancangan struktur bangunan. Penyelesaian detail material banyak menggunakan bambu yang diawetkan dengan harapan minim perawatan dan material-material bekas untuk menekan biaya. Satu fungsi yang cukup unik adalah perpustakaan mini publik yang dibuka melihat kondisi eksisiting yang ramai dengan anak-anak kecil yang sedang dalam masa pembelajaran.

Objek ketiga, Rumah Ibu Woerjantari Kartidjo atau biasa dipanggil Ibu Ririn. Dari segi umur bangunan, rumah ini terlihat sama dengan dua rumah sebelumnya (baru dibangun akhir tahun 2000-an). Melihat tampilan-tampilan penyelesaian terlihat kekinian, seperti beton ekspos, kayu-kayu ala arsitektur jepang, warna pastel abstrak gaya arsitektur modern. Namun, setelah diklarifikasi kepada sang desainer yang notabene adalah kedua pemilik rumah (sama-sama berprofesi arsitek) ternyata rumah tersebut telah ada sejak tahun 1992 silam. Pembagian “ruang” tamu dengan “ruang” keluarga, tembok melengkung pembelah ruang berwarna campuran hasil “melukis” bersama keluarga,  perpustakaan rumah, furnitur-furnitur terkenal (Corbu Chair, Barcelona Chair), ruang serba guna dan halaman adalah poin-poin unik dari rumah ini yang tidak ada pada rumah lainnya.

Objek terakhir, Rumah Bpk. Asmudjo. Beliau adalah dosen Seni Rupa ITB, dengan profesinya inilah salah satu bagian rumah diubah menjadi galeri pribadinya. Yang cukup unik adalah desain atap joglo yang ‘dibeli’nya langsung dari daerah asalnya. Selain itu dari keempat bangunan yang ada, dua di antaranya masih dalam proses pembangunan dan terlihat didesain dengan banyak bertumpu kepada seni rupa ketimbang arsitektur.

Dari keempat objek yang telah dikunjungi diharapkan pembelajaran yang di dapat tidak hanya sekedar kunjungan tapi juga dari segi konsep perancangan, penyelesaian desain, detail desain, perawatan desain, keterbangunan, dan yang terpenting (sesuai tema studio AR 2200) adalah penyesuaian dengan keinginan klien.

 

“Come fly with us to the past” with Syukwis April IMA-G

Syukwis merupakan serangkaian acara yang dilaksanakan untuk memberikan momen terakhir kepada anggota IMA Gunadharma yang diwisuda. Syukwis di IMA G sendiri diawali dengan pameran TA, acara prodi, foolish story ,arak-arakan dan yang terakhir pelantikan.

Syukwis April adalah syukwis yang spesial karena merupakan syukwis pertama pada BP IMA G 2012, dan massa G yang terpilih menjadi ketua syukwis April adalah Bernard Budiman ( G 11), terdapat  42 wisudawan dan wisudawati pada syukwis April ini.

Acara pertama yaitu pameran TA (tugas akhir) yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu tanggal  9-11 April 2012 di Gallery Labtek IX B tidak hanya mahasiswa ITB saja yang mengunjungi Pameran TA ini melainkan mahasiswa dari UNPAR, UNPAD, ITENAS juga mengunjungi Pameran TA ini. Acara yang kedua yaitu acara prodi yang dilaksanakan pada tanggal 12 April 2012 yaitu acara yang diselenggarakan oleh prodi untuk dosen, karyawan, orang tua wisudawan, dan wisudawan bersilaturahmi sebelum wisudawan meninggalkan gedung Labtek IX B . Pada acara prodi juga diumumkan TA (tugas akhir) terfavorit yang diperoleh Fariduddin Atthar (G 07). Setelah acara prodi selesai panitia syukwis pun langsung mendekor Gallery labtek IX B untuk foolish story. Sebuah TV besar diletakkan di pojok kanan gallery sebagai tempat wisudawan yang nantinya difoolish membuat seakan-akan wisudawan yang difoolish seperti artis yang muncul di TV. Acara foolishpun dimulai pada pukul 19.30 dan berakhir pada pukul 02.00.

Pagi harinya yaitu pukul 05.30 wisudawan sudah bersiap untuk foto oleh Jepret, salah satu biro kelompok minat IMA G dalam bidang fotografi, setelah semua wisudawan selesai difoto para transportter sudah siap mengantar wisudawan dan orang tuanya ke Sabuga. Syukwis April kali ini menjadi spesial lagi karena IMA G menjadi jurusan pertama yang keluar dari gedung Sabuga padahal biasanya IMA G selalu menjadi jurusan yang keluar dari Sabuga pada urutan akhir. Danlap Billy (G 11) dan follower-follower yang memandu wisudawan keluar dari Sabuga. Ketika wisudawan keluar ke Saraga massa G dengan menggunakan kostum pilot dan pramugari membentuk barikade U untuk menyambut wisudawan.

Karena IMA G merupakan himpunan pertama yang keluar maka arak-arakan pun berjalan sangat lancar . Jalur arak-arakan yang digunakan adalah jalur barat melewati SBM, HMM, KMPN, dan Teknik Sipil, selama melewati jalur tersebut MassaG meneriakkan yel-yel IMA G.

Pada perform syukwis kali ini bercerita tentang anak kecil yang dulunya hanya bermimpi dan sekarang impiannya menjadi kenyataan  cerita tersebut divisualisasikan melalui tarian. Sesuai dengan tagline Syukwis April kali ini yaitu “come fly with us to the past” wisudawan diajak untuk mengingat kembali mimpi masa kecilnya melalui performance ini. Setelah menyaksikan performance wisudawan diajak untuk foto bersama dengan performer di lapangan SR. Selesai berfoto-foto wisudawan dan massaG mengadakan perang dengan nama peresah yaitu perang es sampai basah yang dilaksanakan di Amphiteather Arsitektur .  Terakhir sebagai penutup yaitu pelantikan anggota biasa – madya yang di laksanakan di Amphiteather Arsitektur.

 

Menambah Kemampuan Akademik Yang Mendukung Kegiatan Di Bangku Kuliah

Kemampuan akademik adalah hal mutlak yang harus dikuasai oleh mahasiswa di bangku kuliah. Kemampuan ini tak hanya didapatkan dari bangku kuliah saja, tetapi bisa didapatkan dari luar bangku kuliah seperti mengikuti sharing pengalaman sampai les tambahan.

Salah satu program kerja yang dimiliki oleh Divisi Akademik IMA-G tahun kepengurusan 2012 adalah mengadakan pelatihan akademik.Pelatihan akademik adalah kegiatan memberikan pelatihan tambahan mengenai ilmu arsitektur yang berkaitan dengan perkuliahan. Pelatihan akademik yang telah berjalan adalah Pelatihan SketchUp dan AutoCAD yang diadakan bulan Maret 2012.

Pelatihan SketchUp dan AutoCAD diadakan pada hari Selasa-Rabu, 20-21 Maret 2012 di Studio lantai 6 Gedung Arsitektur, Labtek IXB Institut Teknologi Bandung. Acara pelatihan ini dilakukan dua hari dalam satu rangkaian dengan didahului oleh pelatihan SketchUp lalu dilanjutkan pelatihan AutoCAD keesokan harinya. Waktu penyelenggaraan acara ini dilakukan pada malam hari, yaitu pukul 19.00-20.30 WIB, dengan tujuan tidak mengganggu jadwal kuliah. Tujuan dari acara pelatihan ini adalah memberikan pelatihan dasar SketchUp dan AutoCAD untuk massa G yang baru mengenal software ini.

Secara garis besar acara berlangsung dengan baik, animo dari massa G juga cukup baik. Terlihat kekeluargaan yang baik dalam acara ini, terlihat dari interaksi yang baik antara kakak senior dan adik junior. Proses tanya jawab yang terjadi juga menarik karena tingginya rasa ingin tahu peserta. Hasil dari acara ini diharapkanmenjadi bekal awal para peserta untuk mengeksplorasi software SketchUp dan AutoCAD lebih lanjut. Diharapkan juga dengan adanya pelatihan akademikini bisa menambah kemampuan akademik peserta yang akan mendukung kegiatan di bangku kuliahnya.