Workshop “Road to Habitechno” Part 2

Pada tanggal 24 November 2016 telah diselenggarakan workshop kedua dari Road to Habitechno. Pada kali ini pembicara yang hadir adalah Mohammad Jehansyah Siregar, ST, MT, Ph.D. dari Kelompok Keahlian Perumahan dan Permukiman dan Aswin Indraprastha, ST., MT., M.Eng., Ph.D. dari Kelompok Keahlian Perancangan Arsitektur.

Pembicara pertama dalah Bapak Jehansyah. Beliau memiliki perhatian khusus pada kota yang maju yang memiliki public housing yang baik. Beliau mengharapkan bahwa kedepannya harus ada dampak nyata dari para akademisi di dalam perkembangan perumahan pemukiman. Penelitian-penelitian yang sudah dilakukan lebih banyak memberikan saran untuk kebijakan perumahan pemukiman.

PRAKARSA “KOTA BEBAS KUMUH/SUATTER”

Penanganan masalah kumuh selalu tidak holistic, contohnya penanganan masalah kumuh yang tidak menyelesaikan masalah tanah atau sosial, dll sebagaimana praktik yang dilakukan di Jakarta dengan penggusuran/relokasinya. Penanganan kota tidak bisa hanya dengan memperindah, akan tetapi penanganan  masalah kumuh harus secara holistik yang mencakup tiga poin:

  1. Redevelopment
    • Peremajaan, harus ada parameter yang jelas dan bisa dievaluasi
    • Pemberdayaan, area kota yang masih bisa diimprove juga harus diperhatikan, bukan hanya memperbaiki yang “salah” tapi juga meningkatkan yang belum optimal
    • Inspeksi: Squatter control
  2. Resettlement
    • In situ
    • Sosial-ekonomi
    • Ex-situ
  3. Kawasan Baru
    • Infill dalam kota
    • LISIBA pinggir kota

Housing bukan hanya commercial housing. Ada model penyediaan perumahaan lain yang selama ini hanya dianggap sebagai proyek-proyek saja. Contoh yang saat ini terjadi adalah penyediaan rumah susun.

Multimoda penyediaan perumahan secara komprehensif: Real estate + social housing + public housing + self-help housing (swadaya). Di Indonesia bisa memanfaatkan public housing dan self-help housing. Microfinance untuk self-help housing mencakup building, finance, dan deliver. Idenitfying policy networks in Indonesia Housing Policy. Policy networks : pihak-pihak yang saling mempengaruhi dan saling berinteraksi.

Public housing itu pemerintah yang menyediakan, meiliki asset, dan mengelolanya. Biasanya diterapkan untuk daerah-daerah yang mengalami tingkat urbanisasi yang tinggi. Banyak yang datang tapi tidak mampu membeli rumah yang tinggi. Jadi pemerintah menyediakan rusunawa.

Jpeg
Gambar 1. Pada saat Pak Jehan memberikan penjelasan mengenai Public Housing

Social housing adalah satu fasilitas untuk membantu masalah sosial, yaitu masyarakat berpenghasilan rendah. Level kemampuan orang-orangnya di bawah harga sewa public housing. Tidak harus untuk mengatasi urbanisasi.

Presentasi Kedua oleh Pak Aswin Indraprastha dari Kelompok Keahlian Perancangan Arsitektur. Beliau juga memiliki target untuk mengambangkan bidang komputasi menjadi satu kelompok tersendiri menjadi Kelompok Studi Desain dan Komputasi.

Banyak hal yang dapat menjadi potensi Riset yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi BIM. Tujuan dari kelompok studi desain dan komputasi: Pendekatan desain yang inovatif  dalam merespon permasalasahan desain arsitektur berbasis isu lokal melalui perangkat komputer. Dengan tujuan akhirnya adalah desain  dapat berkinerja tinggi.Kelompok studi ini mempunyai visi menjadi lembaga  studi dan riset teknologi BIM terkemukadi Indonesia dan Regional.

Computational Method ada tiga, yaitu: Generation, Optimisation, dan Interaction. Potensi topik-topik terkait riset BIM:

Modelling standards Methodology:

    • Local material as BIM-based component,
    • Interoperability (open BIM)
    • Regulation compliance, kaitan antara peraturan2 bangunan dengan BIM
    • Edukasi, bagaimana menintegrasikan kurikulum BIM di studio
  • Parameteric & Optimization Methodology
    • Parametric form based on locality
    • High performance façade
    • Optimasi parametric
    • Mass customization menggunakan BIM
  • Interaksi dan Dokumentasi
    • AR, VR, construction simulation, etc
    • Physical Computing
    • Evolutionary Method, mencari optimasi

Metode riset yang mungkin dilakukan:

  1. Eksperimental, eksploratif: Programming dan Modelling/simulasi
  2. Komparasi, empiric: Kuantitaif dan kualitatif, survey lapangan, survey pengguna, etc dan BIM Maturity research, seberapa siap konsultan untuk menerapkan BIM
Jpeg
Gambar 2. Pada saat paparan dari Pak Aswin Indraprastha

Para mahasiswa khususnya yang akan mengambil Thesis diharapkan dapat terbantukan oleh adanya workshop ini. Tidak hanya memudahkan dalam mengenal keahlian tiap dosen tetapi juga dapat mempertajam minat mereka dalam menentukan topik thesis pada semester sejalanjutnya.

Pedoman Desain Bangunan

14991948_1153015731401490_1541841201433345851_nProgram Studi Arsitektur ITB mempublikasikan modul-modul yang berupa Pedoman Desain Bangunan. Untuk edisi pertama, kami menerbitkan tiga pedoman desain bangunan yakni:
1. Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas
2. Bangunan Sehat
3. Sarana Penyelamatan Jiwa terhadap Bahaya Kebakaran
Modul- modul ini disusun oleh: Dr. Ir. Lily Tambunan, MT dan Suhendri, ST., MSc. dari Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan. Modul- modul ini berisi prinsip- prinsip teknis dan panduan yang amat berguna sebagai rujukan bagi mahasiswa dalam proses merancang.
Untuk pemesanan silakan menghubungi Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan, C.P. Suhendri di suhendri91@gmail.com
15079001_1153015728068157_4227455695379979739_n
15094497_1153015734734823_1281686604264844291_n